EVALUASI MENDIKBUD MENGENAI KURIKULUM 2013
Dalam
perjalanan pendidikan dengan menggunakan sistem kurikulum sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu
sesuai dengan UU no.2 tahun 2003 mengenai kurikulum, beberapa waktu yang lalu
Mendikbud mengumumkan untuk mengadakan evaluasi terhadap pemberlakuan kurikulum
2013 yang menurut saya sangat bagus, karena Mendikbud bisa mengevaluasi hasil
kurikulum 2013 yang sudah diberlakukan selama 1 semester ini di jenjang pendidikan
mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) yang
menuai pro dan kontra di masyarakat Indonesia. Karena banyaknya kontra dari
masyarakat Indonesia terutama guru dan pelajar maka pada akhirnya kurikulum
2013 ditiadakan dan kembali pada kurikulum lama yaitu KTSP, karena kurikulum
2013 dianggap gagal dalam pelaksanaan. Tetapi untuk sekolah yang sudah
menerapkan kurikulum 2013 lebih dari 1 semester, tetap melanjutkan memakai
kurikulum 2013. Awalnya Indonesia menerapkan kurikulum 2013 ini karena
terinspirasi oleh negara Jepang, di mana peserta didik yang aktif mencari ilmu,
bukan gurunya. Tetapi hal ini sangat memberatkan di Indonesia, selain jam
belajar siswa yang bertambah panjang, pengeluaran siswa juga bertambah karena
model pembelajaran yang mengharuskan siswa mencari referensi lain, dan juga
materi pembelajaran yang sangat membingungkan bagi siswa terutama pada siswa
tingkat sekolah dasar (SD) yang sudah mengharuskan siswa untuk berfikir
analisis yang seharusnya tidak guru berikan pada jenjang sekolah dasar (SD). Sedangkan
keluhan dari guru sendiri adalah guru sangat kerepotan menghafal karakter para
siswa satu per satu, karena sistem raport kurikulum 2013 yang berbeda dengan
kurikulum KTSP, Di mana penilaiannya sudah tidak lagi menggunakan nilai tetapi
hasil karakter siswa selama 1 semester. Memang antara kurikulum 2013 dan KTSP
terdapat beberapa kelemahan dan kelebihannya, diantaranya kelebihan untuk
kurikulum KTSP sendiri yaitu mendorong guru, kepala sekolah, dan lain-lain
untuk lebih meningkatkan kreativitas dalam penyelenggaraan program pendidikan,
KTSP juga mengurangi beban belajar siswa yang sangat padat, karena beban
belajar yang sangat berat sangat mempengaruhi perkembangan anak, guru juga
harus bisa menjadi fasilitator bagi peserta didiknya. Sedangkan kelemahan
menggunakan KTSP adalah kurang berkembangnya sumber daya manusia (SDM),
kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung proses kegiatan belajar mengajar,
serta masih banyak guru yang belum memahami kurikulum KTSP, baik dari segi
konsep pendidikan maupun proses pelaksanaan di lapangan.
Dan
kelebihan menggunakan kurikulum 2013 lebih menekankan pada pendidikan karakter,
dan pendidikan berpusat pada siswa. Sedangkan kelemahan menggunakan kurikulum
2013 adalah pemerintah seolah melihat semua guru dan siswa memiliki kapasitas
yang sama dalam kurikulum 2013, guru juga tidak pernah dilibatkan langsung
dalam proses pengembangan kurikulum 2013. Semua kurikulum memang penting dan
menurut saya sudah baik dengan tujuan memajukan pendidikan di Indonesia, tetapi
menurut saya ciri-ciri kurikulum yang baik adalah lebih menekankan pada
ketercapaian kompetensi peserta didik
baik secara individu maupun klasikal, berorientasi pada proses belajar
mengajar, sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar mengajar
lainnya yang memenuhi unsur edukatif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar